Fitrah keimanan pada anak

Published March 26, 2018 by difiya3589

Salah satu fitrah yang harus ditumbuh kembangkan berdasarkan buku FBEnya ust. Harry Santosa adalah fitrah keimanan. Tinggal bagaimana orang tua nya, menumbuhkan atau malah menghapuskan fitrah keimanan yang sudah Allah install kepada anak anak kita.

Sore tadi saat saya di dapur, tiba tiba kakak teriak mau dipukul temannya, dan tidak lama kemudian dia menangis. Langsung saya buru buru ke teras. Saya tanya, kenapa menangis, katanya lututnya ditendang temannya ketika dia mau naik sepeda, dan disitu masih ada temannya yang berdiri di depan sepeda ayyasha. Saya tanya ke temannya baik baik, kenapa kamu menendang ayyasha? Soalnya saya mau pinjem sepeda. Ohh..kalo ayyasha belum kasih jangan memaksa ya, jangan menendang kaki ayyasha. (Saya berusaha calm down, hehe..padahal bisa aja esmosi, lah ini sepeda anak saya kok anak saya yang ditendang.hehe).

Terus saya peluk ayyasha, sesudah tenang, saya tanya. Kakak marah sama temennya? Nggak aku ga marah. Dia sambil megang sosis sama roti. Temennya itu ngeliatin aja. Aku udah ga marah kok, kaki aku juga sakitnya tinggal sedikit, ini roti aku buat kamu aja. Sambil kasih roti ke temennya.

Saya bilang ke ayyasha, terimakasih ya kakak sudah tidak marah dan memaafkan orang lain. ALLAH maha pemaaf menncintai hamba hambanya yang pemaaf juga. Kemudian dia senyum.

Semoga kelak dewasa, kamu menjadi pribadi pemaaf yang lembut ya nak. Semoga Allah selalu menjagamu shalihah.

DianFiriyani#Day43#GriyaPortofolioAnak

Advertisements

Melahirkan yang kedua kalinya

Published March 26, 2018 by difiya3589

Waktu berjalan begitu cepat, nikmat Allah begitu banyak yang terlewat tanpa syukur khidmat. Seperti saat ini, rasa rasanya baru beberapa episode yang lalu saya melahirkan ayyasha, dan sekarang kalo nengok ke tempat tidur, sudah ada 2 amanah yang Allah titipkan.

Tanggal 13 April 2017, hari pertama UN, Saya mendapat jadwal mengawas di Sevilla, dan menurut perhitungan saya, hari itu adalah jadwal saya haidh. Nyatanya dari hari pertama mengawas sampai hari ke empat kok ya belum haidh juga. Nggak seperti biasanya jadwal saya ga pernah mundur, yang ada selalu maju 3-7 hari dari bulan sebelumnya.

Kondisi saat itu memang saya dan suami merasa sudah saat nya ayyasha punya adik, apalagi sepupunya yang seumuran ayyasha sudah punya adik, tinggal dia yg belum punya adik, hehe. Beberapa bulan sebelumnya saya berharap harap hamil, eeh ternyata nggak. Makanya ketika bulan April saya telat haidh, saya nggak langsung beli tespack, hehe, takut kecewa. Sekitar 2 minggu setelah saya telat, barulah saya beli tespack dan hasilnya pas keesokan harinya saya tes, ternyata strip dua. ALHAMDULILLAAAH..

Setelah shalat subuh, saya bilang ke suami, yah… liat ini deh. Strip dua.. dan reaksi ayah pertama kali adalah, “itu punya siapa bun?” Eh gedubraak..ayaaaah… ya kali itu punya tetangga.. hehe..

Setelah perjuangan selama 37-38 minggu akhirnya Allah izinkan kami menatap langsung buah hati kami yang biasanya cuma diliat dari layar USG dan itu pun hitam putih ga keliatan mukanya..

Saat hamil umair, alhamdulillah Allah beri banyak kemudahan, mulai dari trimester pertama yang jatuh pada bulan april-juni which is ini waktu libur sekolah, jadi walau mual mual muntah pusing, nggak menggangu jadwal ngajar. Pas masuk sekolah sudah trimester kedua sudah lebih kuat.

Ketika hamil ayyasha, memasuki usia kandungan 32 minggu saya sudah ga bisa bawa motor ke sekolah karena tangan udah kesemutan terus, tapi hanil umair, pekan 36 pun masih bawa motor sendiri. Pekan ke 36 jatuh sekitar awal november, kalo berkaca dari ayyasha yang lahir ketika usia 40 minggu, saya pikir minggu 1-2 mungkin baru lahiran umair, makanya saya ambil cuti hari senin aja, 20 november.

Kamis, 16 november sudah masuk usia kandungan 38 minggu. Hari kamis itu saya masih ngajar 8 jam pelajaran ditambah ngajar les 1,5 jam. Alhasil, karena banyak berdiri kaki saya bengkak. Sorenya saya dapat kabar duka, bahwa paman saya meninggal dunia. Keesokan hari saya tidak ke sekolah, karena bertepatan juga sedang ada kegiatan SISKOM ( pesantren kilat ) di bogor. Saya takziyah ke rumah paman saya, sebelum zuhur saya pulang. Karena bada shalat jumat ayah akan ikut ke makam, jadi saya dan ayyasha di antar pulang ayah.

Kami berdua di rumah sempat main bersama siangnya, karena saya nggak masak, terakhir saya cuma nyemil sekitar jam 2an bersama ayyasha. Jam 3an ayah pulang. Kaki saya semakin sakit karena bengkak, susah jalan. Awalnya jadwal kontrol hari sabtu, tapi karena kaki saya sakit, saya minta kontrol hari jumat sore. Jam 5 sore kami ke rumah sakit.

Ketika bertemu dokter indri, pas di cek kondisi bayi baik, posisi sudah dibawah, padahal saat usia 7 bulan adek umair masih sungsang dan terlilit, tapi alhamdulillah dengan pertolongan Allah adek umair muter dan bisa melepas lilitan tali pusar, barakallah anak bunda yang pintar dan shaleh. Karena waktu melahiran ayyasha dengan sesar, maka untuk vbac ada beberapa hal yang harua diperhatikan. Kalo info yang bunda dapat :

  1. Posisi jahitan sebelumnya melintang(hotizontal), jadi resiko robek rahim lebih kecil
  2. Tebal dinding rahim ada batas tertentu(tapi bunda ga diukur)
  3. Mules alami, bukan dari induksi
  4. Berat bayi tidak lebih dari 3 kg, ada bbro dokter yg bilang 3,5kg.

Kalau melihat kondisi sore itu, berat bayi sudah 3 kilo tapi belum mules. Berkaca dari ayyasha yang sudah 40w tidak ada kontraksi, dokter khawatir jika ingin vbac, maka harus mules alami, tapi kalau nunggu mules, berat bayinya sudah 3 kilo lebih. Jadi dengan kata lain harus sesar lagi. Dan doktermya bilang, dari pada kaki kamu bengkak2 sakit begitu, yaudah malam ini aja operasi. Lagipula pas sekarang tanggal 171117, dokternya becanda sambil ketawa menenangkan saya yang kaget harus operasi malam ini.

 

-bersambung-

 

Modal Sukses Sebuah Bangsa

Published May 31, 2016 by difiya3589

Sebenernya ini judul tulisan gaya bener ya kalo dibaca, hehe, tapi ada hubungannya sih sama tulisan yang mau saya tulis ini. Dan seperti biasa, mostly tentang curahan hati saya. Gapapa ya, yang penting insyAllah ttp ada manfaatnya.

Jadi kemarin, saya dpt titah dari bapak wakil kesiswaan untuk mengikuti seminar. Saya pikir seminar matematika, eh ternyata seminar kesehatan. Semeninarnya katanya di hotel cempaka. Besok! .
Saya bingung dong, kok guru matematika ikut seminar gizi. Jadi ternyata katanya saya akan menjadi successor pembina uks, karena saya dulu mantan ketua pmr. Cieee..pernah jadi ketua pmr :-p.
Yaudah okelah besok saya akan dtg tih deket ini di hotel cempaka, paling daerah cempaka putih. Daaaan…taraa..pas dikasih undangan tuh hotel bukan hotel cempaka ya, tp hotel cemara, di wachid hasyim jakarta pusat, teringat pengalaman buruk 1,5 jam mencari ojek online dr hotel js luwansa 3 minggu lalu. Hiks.. takut ga dpt gojek atau grabbike lagi..tapi yasudahlah akhirnya bismillah saya berangkat. Dan alhamdulilllah tadi pagi ditemani gerimis saya naik gojek yang ternyata abangnya ga tau jalan, terus juga ada drama mau jatoh karena ban motor nya tiba tiba bocor, hiks.. ada aja ya.

Inna ma’al usri yusro. Dan setelah segala gundah gelisah saya jalani, alhamdulillah ada titik teraang. Oiya, judul acaranya tuh ” SOSIALISASI TERPADU PEMBINAAN GIZI MASYARAKAT DI PROVINSI DKI JAKARTA TAHUN 2016″.

image

Di acara ini saya dapat knowledge baru yang dan juga banyak pengingatan untuk diri saya sendiri. Di awal dijelaskan bahwa para narasumber akan membahas tentang stunting, wasting , obesitas dan pemberian TTD  untuk remaja putri. Di awal saya ga ngerti istilah istilah itu. Saya cuma tau obesitas (merasa tersindir gituu, hehe). Stunting itu kependekan, wasting gizi buruk, dan ternyata TTD itu tablet tambah darah, saya kira tanda tangan. Haha.

Saya ga akan jelasin cuma garis besarnya aja ya, jadi Indonesia merupakan 17 dan 117 negara  yang mempunyai masalah2 yang saya sebutkan tadi. Awalnya saya mikir dong kenapa orang pendek itu menjadi masalah kesehatan? Toh itu bukannya faktor genetik?. Soalnya dibilang juga sama bu dokter evi fatimah yang jadi narasumber, bahwa stunting ini beresiko tidak hanya pada postur tubuh, tetapi juga meningkatkan resiko penyakit dan kematian dan juga yang bikin saya kaget, katanya stunting ini mempengaruhi kognitif seseorang. Jadi orang yang mengalami stunting akan menurunkan IQ point dari orang tersebut. Laah..ini yang bikin saya bingung, kok pendek bisa bikin ga cerdas. Perasan eyang habibi imut2 tapi kecerdasannya udah ga diragukan lagi. Dan ternyata beliau adalah outliers..heu. oiya pendek disini beda ya sama (maaf) kuntet atau cebol. Kalo cebol ini namanya dwarfisme. Sedangkan kategori stunting ini kalo tinggi nya mean -2 standar deviasi.

Ada beberapa penyebab terjadinya stunting ini, yang paling saya inget itu tentang 1000 HPK (hari pertama kehidupan), mulai dr janin sampai 2 tahun. Ini adalah masa krusial seseorang, naah.. stunting ini bisa terjadi jika nutrisi asupan untuk bumil tidak tercukupi, sehingga bayi dalam kandungan tidak bisa berkembang baik. Bayi beresiko stunting jika panjangnya kurang dari 48 cm. Selain itu asi ekslusif, MPASI dan pemberian nutrisi pada anak juga sangat sangat diperhatikan untuk mengoptimalkan masa pertumbuhan anak, terutama pertumbuhan otaknya. Karena berdasarkan riset juga, anak yang stunting sel otaknya berbeda dengan anak normal. Anak normal lebih banyak sinapsis yang terbentuk sedangkan anak stunting banyak sinapsis yg rusak dan terputus ( eh ini bener ga ya namanya sinapsis, itulah kan kalo sel otak ada macam kaya sel terus ada ‘rambut’ bercabang cabang nya, mohon dikoreksi ya nakes). Kalo pas diceritain 1000HPK saya langsung keinget ayyasha, ya Allaaah saya udah optimal belom ya di 1000 HPK nya ayyasha.. ampuni hamba jika lalai ya rabb.

Seseorang yang stunting beresiko kena PTM lebih besar karena org pendek pertumbuhannya ke samping, ga ke atas( bukan iklan susu loh ya). Naahh..ini bikin org stunting beresiko obesitas lebih besar, dan muncullah segala macam PTM(penyakit tidak menular). Dan sebenarnya ini bukan karena faktor genetik saja, tapi circumtances juga punya peranan sangat penting. Jika asupan gizi yang diberikan pas dan sesuai takaran makan bisa mencapai pertumbuhan optimal.

Ada beberapa hal yang selama ini saya salah pahami. Saya mah cuma mikir yaudah lah ya, makan makan aja. Toh gw juga dulu makan kangkung ama oncom doang bisa masuk UI, Jurusan matematika pula..hahaha.. jumawa, astagfirullah..canda canda. Iya maksudnya make it simpel aja. Yang penting makan secukupnya dan ga beracun gitu, kecerdasan mah ALLAH yang punya. Hiks..bodohnya sayaaa..

Ternyata asupan gizi yang pas untuk anak anak kita itu jadi ikhtiar kita untuk mengoptimalkan apa yang sudah Allah karuniakan, agar lahir dan tumbuh berkembang muslim muslimah yang sehat, cerdas beriman dan berakhlak untuk menjadi khalifah di muka bumi. Makanya pas pulang tadi langsung olah raga sama kaka icha, lari2 sekitar rumah. Dah saya maah.. lari aja kalah sama anak kelas 1 sd. Ditambah skipping tadi beberapa kali udah bikin gemeteran, akibat jarang olah raga.

Industri makanan junk food sebut saya Mc.* , K*C dan kawan kawannya yang mohon maaf tidak bisa disebutkan satu persatu, mohon maaf, kalo tadi hu dokter bilang, mereka itu jahat, karena seperti akan menggiring bangsa kita menjadi bangsa yang bodoh, dengan membuat masyarakat indonesia obesitas dengan segala macam produk itu, karena obesitas menyebebkan penurunan produktivitas dan membuat sebuah bangsa menjadi BODOH!.  Kalo liat anak anak di sekolah juga suka jajan jajanan ga sehat, terutama para remaji remaji ini, para calon ibu yang akan melahirkan generasi penerus bangsa ini. Bener bener masyarakat itu harus diedukasi tentang pentingnya gizi dan asupan yang pas untuk tubuh kita.

Naah..nyambung kan sama judul tulisan ini, dalam tubuh yang sehat ddengan asupan gizi seimbang, maka akan menigkatkan pertumbuhan anak2 bangsa, meningkatkan kemampuan kognitif, mencerdaskan kehidupan bangsa, menjadi bangsa yang sukses dan makmur.

Memang masih banyak sektor lain yang menentukan suksesnya suatu bangsa. Tapi kesehatan ini menjadi dasar yang paling utama. Semoga Indonesia bisa menjadi bangsa yang lebih maju ke depannya.

Jayalah INDONESIA ku..

image

Education system and best teaching practices in Philippines

Published April 14, 2016 by difiya3589

Hari ini saya dapat kesempatan untuk ikut pelatihan yang diadakan oleh COMDEV nya BINUS. Seperti di tulisan saya, pelatihannya tentang education system and best teaching practices, cuma ada yang lucu disini, mungkin karena miskomunikasi kali yah, jadi ternyata pemateri nya itu semuanya guru bahasa inggris, bukan guru matematika. Padahal semua peserta yang hadir guru matematika SMA.

The first topic is about education system is Philippine. When I told my husband, he underestimate about this seminar, why I learn about education in Philippine, it is “antah barantah” country, but it is ok for me, I think I can learn from anyone, anytime and anywhere. Ok, back to the topic. The speaker said about K to 12, new curriculum in Phillipine, in the previous curriculum the study only 10 years, it is different with other countries that usually need 12 years before entering university. Using the new curriculum the student take 12 years education before entering the university. Elementry school (grade 1-6), junior high school (grade 7-10) and senior high school (grade 11-12).

There are some differences between curriculum in Phillipine and Indonesia. In Phillipine, for senior high school students, they only learn about 8 lesson, in Indonesia almost 15, too manu for senior high students. For example social class students, they also learne physics and chemistry. For science class students, they also learn economics and geography, so what is the function of this clasification between science and social class.?

English is a second language in Philipine. They use mother tongue language (tagalog) only for grade 1-3. In formal meeting they use english, in their daily life they use english, even in slum area, they also use english, sometimes we found that philippine people can speak english better than tagalog. It is the positive said, very different with Indonesia. In here, the student learn english about 2-4 hours a week. I think It is not enough to make our students in Indonesia good in english. But the negative side, they can lost their mother tongue language.

The Break times. They have 3 break times a years. After 4 quarter, christmas break, and summer break. They study only 50 days per term its about 3-4 months (caturwulan). Suddenly I remember my student whi said why there is no summer break or winter break ( Or maybe raining break,hehe) in Indonesia. We always study a year, we take more time to study, but we are not more clever than them..hahaha.. maybe my student kurang piknik..

The second topic is about best teaching practices. Eventhough the speakers are english teacher, but there are something can we learn from them. I found that they are very energetic, enthusiasm and have strong passion in teaching. They teach how make the students enjoy the lesson, using games, music, sing a song, watching movie, etc. They motivate the student to face the lesson. No matter how much their salary, hehe, I’m quite surprised when the audience ask about their salary, I think it is impolite, but they answered the question that they got low salary for teaching, because teaching is serving. If you want to get higher salary, you dont choose to work as a teacher. Haha..makjleb bener dah. We know that teacher in Indonesia is quite wealthy, I mean the civil servant, not the honorer teacher. For pns teacher, they get salary, extrasalary (tkd), and sertifikasi. You can calculate how much they get each month. Very different from honorer teacher (haha..jadi curhat).

Sebenernya masih ada lagi materi after break lunch. Cuma tangan udah keriting ngetik dari hape.Hehe.. I’m very happy joined this seminar. I got new knowledge, new friend and new experience.

image

Abaikan itu foto saya yang gendut banget.hahha..efek angle yang salah pas taking picture nya..(haha..alasan)

image

Yang ini better, looks more slimmer..haha

Otanjoubi Omedetou Hikari-chan

Published March 21, 2016 by difiya3589

Alhamdulillah.. it has been 2 years I spend my time with Hikari-chan, Hope you grow up shining this world, dear. Alhamdulillah, sepekan lalu syukuran 2 tahun ayyasha. tulisan ini bunda buat agar jadi memori saat ayyasha dewasa nanti, bagaimana dia tumbuh, bagaimana dia berjuang belajar, semoga semangatnya, kebaikannya, ketulusannya, rasa ingin tahu nya terus berkembang sampai ia dewasa nanti.

Di usia 2 tahun ini, alhamdulillah sudah banyak perkembangan ayyasha. yang paling menonjol adalah kemampuan bahasa dan motorik kasarnya. Ayyasaha di usia 2 tahun ini sudah bisa berkomunikasi 2 arah dengan orang lain.sudah bisa mengucapkan satu kalimat, walaupun kadang cuma bunda nya yang ngerti, hehe. Alhamdulillah di usia 2 tahun ini Ayyasha bisa nyanyi banyak lagu, dari mulai balonku, selamat ulang tahun, tik tik tik bunyi hujan, naik kereta api, dan masih banyak lagi.

Ayyasha juga di usia 2 taun ini udah bisa baca beberapa doa, biasanya doa makan, doa mau bobo sama doa kedua orang tua, dan Ayyasha suka baca asmaul husna dan doa khatmil quran (ini favorit Ayyasha), alhamdulillah. Awalnya dia males males gitu kalo diajak baca doa bareng bareng, di kasitau apa, bacanya apa, hehe, tapi tanpa bunda sangka, baru diajarkan beberapa kali, ternyata ayyasha bisa baca sendiri tanpa di tuntun bunda.

Selain kemampuan bahasa nya yang berkembang pesat, motorik kasar Ayyasha juga berkembang bagus, dia sangat suka naik naik jendela sama pager rumah, Ayyasha juga suka naik motor sendiri (yang ini harus banget diawasin), Ayyasha juga udah bisa ngegowes sepeda sendiri.  Kalo di sekolah bunda suka naik naik kursi, sampai pernah sekali jatuh dari kursi, padahal bunda ada disampingnya.

Untuk life skill, Ayyasha  udah bisa makan sendiri, mandi sendiri, pakai baju sendiri, ini salah satu efek baca buku halo balita, hehe. tapi tetep aja sih, kalo lagi ga mau ngerjain sendiri ya dibantu ayah atau bunda.

20160313_17395720160313_174056PhotoGrid_1458034430562PhotoGrid_1458034485921

 

Buat apa kita hidup?

Published March 8, 2016 by difiya3589

Beberapa hari ini mendapat banyak inspirasi dari media sosial sebut saja facebook, saya mendapati status teman-teman saya yang tiba tiba saja ingin saya  share untuk murid murid saya nanti. Salah satu hal yang saya lakukan ke murid murid saya adalah memyampaikan cerita orang orang hebat agar menjadi inspirasi buat mereka mau apa kelak mereka saat dewasa, apa yang ingin mereka lakukan nanti.

Saya mencoba meluruskan cara pandang yang mungkin banyak dipegang murid murid saya, saat lulus saya mau masuk ptn, lulus ptn dapet kerja enak, jadi orang kaya dapet duit banyak hidup enak. Begitu kebanyakan. Saya jarang yang menemui ada anak yang on mission dalam hidupnya. Saya sampaikan bahwa hidup tak sekedar hidup, harus punya manfaat, buat siapa? Terlalu egois kalau hidup hanya untuk kebahagian pribadi, apalagi kebahagiaan yang sifatnya sementara.

Kemarin saya sempat bicara dengan suami kalo di tempat saya orang yang kerjanya lebih banyak duduk dan kerja relatih ringan tunjangan bisa sampai belasan juta. Hanya tunjangan, belum gajinya. Sedangkan suami dan kawan kawannya yang berjudi nyawa harus menunggu 6 bulan untuk dapat bonus sebesar itu. Bagaimana tidak bertaruh nyawa, mereka bekerja di wilayah puluhan  ribu volt, salah dikit bisa lewat, atau yang naik tower tinggi untuk menjaga agar listrik dirumah kita tetap hidup , kepeleset dikit bisa wasalam. Tapi… ada yang suami sampaikan, nilai kehidupan kan tidak hanya diukur dengan rupiah. Yaps! That’s it. Pesan senada yang intinya hidup tuh bukan cuma duit doang loooh.. tapi seberapa besar manfaat kita untuk banyak orang.

Naaah.. Saya begitu terinspirasi oleh teman saya, beliau calon epidemiologist (bener ga nih tulisannya..hehee) yang sedang menimba ilmu, menyelesaikan gelar doktornya di UK. iya doktor, padahal usianya masih muda, seusia saya. Beliau dengan ilmunya sangat ingin berdampak bagi masyarakat, berjuang di dunia kesehatan untuk mengurangi wabah penyakit yang ada di INdonesia, karena memang epidemiologist di Indonesia masih jarang. Satu lagi ada seseorang yang menyampaikan bahwa di barat itu sedang ada perubahan definisi keren bagi anak anak mudanya. Mungkin dulu definisi keren itu adalah anak muda yang gaul suka ngongkrong2 sama temen temennya. Nahhh.. sekarang yang lagi berkembang itu, anak muda keren itu kalo lo bisa do something untuk society, for better world. Yaap..mereka adalah kumpulan sosiopreneur yang dapat penghargaan untuk berkumpul belajar di Seattle, Amerika.

Mereka membuat banyak inovasi, tidak untuk mereka tapi untuk orang orang di belahan bumi yang lain. Kata dia lagi, orang orang itu mencari masalah dibelahan bumi yang lain untuk diselesaikan. Beruntunglah kita di Indonesia yang baru keluar rumah hitungan meter sudah bertemu banyak masalah. Jalan sedikit ada anak kecil yang dimarah marahin sama ibunya,  karena ibunya stress abis devorce, ini masalah keluargq dan parenting. maju dikit sampah banyak banget numpuk ga selese selese, masalah sampah. Ga jauh dari situ ada kali yang isinya sampah, masalah banjir bakal muncul. Ga jauh dari situ ada anak anak muda yang kerjaan cuma ngabisin duit emaknya, kerjaannya ngerokok sama ngobrol ngobrol doang, yang ini masalah pergaulan remaja. Keluar ke jalan raya langsung ketemu kendaraan yang antri mengular, masalah macet. Daaaaaan..masih buanyak lagi permasalah yang harus diselesaikan. Hayu atuh mau ambil bagian yang mana.

Saya tersadarkan bahwa kita hidup emang ada tujuannya. Untuk beribadah kepada Allah. Dan kalo kita inget hadits rasul, sebaik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk manusia lainnya. Dari pada mengutuk kegelapan lebih baik kita menyalakan lilin. Dan semoga dengan menjadi guru, bisa menjadi jalan kebermanfaatan saya untuk orang lain yang kelak akan menjadi jariyah saat saya mati. Aamiiin..

Sabar dan Syukur

Published February 26, 2016 by difiya3589

Pada hakikatnya kehidupan manusia itu memang perputaran roda sabar dan syukur. Itu juga yang dikatakan sayyidina umar, seorang mukmin jika ditimpa musibah dia bersabar dan jika mendapat nikmay dia bersyukur.

Beberapa hari yang lalu sempat kecewa karena ga lulua ujian tulis monbukagakusho. Sedih, tapi wajar sih ga lulus karena unwell preparation, yang tadinya dikira tesnya cuma bahasa inggris, ternyata mulai tahun ini ada tes tulis bahasa jepangnya juga. jadilah 10 hari otodidak belajar bahasa jepang. Alhamdulillah punya temen sastra jepang UGM, jadi bisa tanya tanya.. arigatou Atori san. 🙂

Tapi mah tetep aja ya.. 10 hari waktu yang amat singkat untuk belajar menghadapi tes. Udah hafal huruf katakana dan hiraganya aja udah alhamdulillah yaa..hehe.. nah itu harus hafal artinya ditambah juga kanji nya..wkwkw.. siwer dah nih mata, 2 jam melototin soal kombinasi tulisan kana dan kanji. Awalnya bisa untung2an nih, kan soalnya PG tanpa nilai minus, kali aja lagi lucky. Ehhhh..sama invigilatornya kagak boleh nebak. Alhasil tetep nebak 10 soal pertama.. abis itu kosong. Ada juga ngerubah tulisan kanji jadi kana atau sebaliknya.

Yang penting udah ikhtiar di 10 hari itu. Kok 10 hari doang? Iya.. soalnya jeda pengumuman yg lolis seleksi berkas dan jadwal ujian tulis jedanya 10-12 hari. Udah minta sama Allah. Mungkin sekarang memang belum saatnya. Aku masih yakin next year insyaAllah bisa.

Oiya..ini salah satu episode sabar yang harus saya hadapi. Udah watsap suami kagak dibales. Jadilah baperan, hiks. Ealah ternyata emang hp suami error, jd ga ada pesan yg masuk ke hpnya.
Episode sabar yang kedua adalah rumah bocor. Bukan bocor, rembes lebih tepatnya. Ini kenapa air pda meleleh di tembok udah kaya air mata jatuh dari pipi. Saat itu cuma bisa sabar dan banyak istigfar. “Ingatlah AKU maka hatimu menjadi tenang” dah ini mah bener pisaan, sambil ngepelin itu rembesam sambil istigfar, alhamdulillah adem aja, ga pake ngedumel apalagi kesel liat si ayah dan ayyasha bobo cantik. Malah bersyukur karena mereka tetap bisa tidur nyenyak.

Aku yakin, setelah sabar pasti akan ada syukur. Alhamdulillaaah 2 anak binaan OSN Astronomi lulus ke tingkat propinsi. Jadi ceritanya saya ini ditunjuk jadi pembina OSN Astronomi. What the.. pas liat contoh soalnya.. aih masyaAllah.. jarak bumi bulan matahari bintang kudu di itung-itung, kecepatan debu bertumbukan juga ada soalnnya. Dan masih banyak soal yang aneh dimata saya. Jadilah saya buka buka lagi pelajaran fisika, mulai dari hukum newton, kalor, hukum doppler, sampe hukum kepler, dan masih banyak lagi. Alhamdulillah dari hasil searching soal osk tahun lalu, dan pastinya sama solusi soal-soalnya..akhirnya saya mentransfer apa yg saya dapetin buat ke anak-anak. Alhamdulillah dari 3 yg disertakan lolos 2 orang.  Inilah yang menjadi sebab syukur yang harus aku panjatkan kepada Allah pemilik semesta.

Hiduup..memang tentang sabar dan syukur