Archives

All posts for the month March, 2012

Terus bersyukur, keep fighting.

Published March 28, 2012 by difiya3589

Hari ini mungkin hari yang begitu melelahkan,,

Awalnya saya memutuskan untuk meyakini bahwa qodarullah saya adalah ga jadi nerusin S2 di ITB semester depan,,karena pendaftarannya udah tutup besok, sedangkan legalisir ijazah saya baru jadi paling cepat 3 hari lagi. tapi, setelah mengajar tadi, bertemu dengan seorang guru dan menceritakan bahwa saya ga ajdi daftar itb, pas beliau nanya why? saya ceritakanlah..tapi kata beliau, coba telpon dulu aja ke itbnya, dan langsung saya telpon, and amazingnya bapak yang di bandung sana, langsung bilang yaudah gapapa legalisirnya nanti aja..

segera saya turun ke lantai satu, lebih tepatnya ke musola, langsung shalat zuhur dan sujud syukur karena msih diberi kesempatan oleh Allah. akhirnya setelah shalat, saya langsung balik ke office untuk mendownload lembar pendaftaran di website sekolah pasca sarjana itb tapi anehnya ga bisa2, waktu sudah menunjukkan setengah 2, akhirnya saya telpon kesana, dan disarankan untuk mengirim email ke suatu nama email, cuma mungkin baru satu jam-an baru dibales kata mba2 di ujung telpon sana.

akhirnya saya meutuskan segera keluar, melaju dengan beat-pink saya, dan segera ke tempat cetak foto, di tempat pertama katanya baru jadi besok, akhirnya saya mencari tempat lain, dan alhamdulillah langsung jadi. setelah foto beres, saya langsung menuju puskesmas terdekat untuk minta surat keterangan sehat, but unfortunetely pas saya nyampe pas puskesmasnya tutup..oh raabb,,akhirnya pulang dulu ke rumah ambil izazah, transkrip, hasil TOEFL dan TPA. sampe rumah langsung berangkat lagi untuk ke dokter cari surat sehat.huffh,,surat sehat aje susah yee,,padahal saya kan udah sehat..

tapi saya ga nyerah, tring,,teringat rumah zakat di daerah pulo asem, menuju lah saya kesana, sudah jam 2.15..akhirnya daftar,setelah daftar langsung menuju tempat tensi darah,,dan oh noo,,darah saya rendah, eh maksudnya tensinya rendah,,90/70,,kata mbanya, saya tulis 100/70 yah,,eh saya bingung, emang ga papa mba suster?? akhirnya saya dikasih nomor antrian buat ke dokter..

ketika antri, saya pikir ini agak lama,,akhirnya saya memutuskan untuk untuk ke foto kopi dan transfer pembayaran pendaftaran ke tempat terdekat, kupacu lagi beat-pink ku, dan sampe di atm, ternyata atmnya ga bisa cetak bukti transfer,,oh robbi,,,I have to move to others,,hufh,,dipacu lagi beat pinknya di tengah mendung, akhirnya lewat fotokopian dan ngopy semua berkas dulu,,setelah itu, langsung menuju rumah zakat..masih antri! hufh,,ya Allah mudahkanlah..

tiba2 ada sms,,mba dian tolong ya soal ujian sore ini,,ya Allaaah,,saya lupa soal ujiannya belom dibuat yang tipe B nya,,baru satu tipe..gimana ini??

“lagi di klinik bu, masih ngantri”

“oh yaudah deh gapapa, ,mba dian disana aja”..jawab sms ibu guru yang dulu juga mengajarku,,thanks ibuu,,baik sekali dirimu, dari dulu sampe sekarang begitu memahami anakmu ini..heheheh

akhirnya sampelah nomor antrian saya,,ditengah capek,,allah ngasih hadiah kecil, dokternya baik, baik banget,,friendly dan ternyata anak UI juga, angkatan 2003..dan alhamdulillah di mudahkan buat dapet surat keterangan dokternya,,makasih ka dokter. 🙂

Setelah beres surat dokternya, kembali melaju mencari atm untuk transfer pendaftaran, akhirnya dapetlah di atm bersama. setelah itu langsung balik ke sekolah. sampai di sekolah langsung meluncur ke lantai 3, mengecek email yang tadi dikirim , tapi ternyata yang saya temukan malah mailure daemon..oh robb,,gagal terkirim,,telpon lagi ke sps itb, dan katanya mba yang ngurus IT nya lagi ada urusan,ya Allah gimana ini kalo ga jadi daftar, malah udah terlanjur bayar,,hiks,,hiks,,

Tapi ternyata memang Allah selalu memberi kabar baik, disaat kita merasa tak ada jalan lagi, kabar baiknya masih ada gelombang 2, yang buka tanggal 1 mei, dan kabar baik yang kedua, uang pendaftaran yang saya bayar, bisa dialihkan untuk gelombang 2 nanti. Alhamdulillah, masih bisa menemukan jalan keluar.

Now, I am just waiting for my academic transcript from campus, and waiting for the second enrollment..

Awalnya saya mengira bahwa saya ga tidak bisa melanjutkan sekolah semester depan, ternyata saya terlalu cepat menerka, padahal puzzle yang Allah rangkai belom sempurna gambarnya, yang saya laukakn hanya husnuzhan, husnuzhan dan husnuzhan lagi.

Apapun hasilnya nanti, diterima atau tidak, yang terpenting saya masih melakukan semua ikhtiar yang saya bisa, toh Allah memang tak akan pernah menyiakan hambaNYA..karena yang saya yakin, DIA hanya ingin  melihat bagaimana kita berjuang menjemput takdir kita. Semoga Allah menyiapakan diri dan hati ini, agar siap dengan segala ketetapan dan keputusanNYA..

Keep Fighting,,terima kasih Allaaah atas segalaNYA…

Advertisements

Allaaah,,tempatkan aku di tempat terbaik yang KAU Ridhoi..^^

Published March 27, 2012 by difiya3589

udah lama banget ga nulis nie,,saking sibuknya ngurus ujian sekolah..hahaha..sok sibuk aje nie saya..

teringat kejadian setahun lalu,,tepatnya awal januari tahun 2011..

disaat kita berada dalam keterhijaban yang sangat jelas antara saat ini dan masa depan kita maka saat itulah kita sangat membutuhkan dzat yang maha mengetahui apapun yang akan terjadi di masa nanti.

Bagi seorang peyakin sejati, mereka tak akan pernah tahu apa yang akan terjadi sesudah itu, yang mereka tahu saat ini bahwa ada perintah ilahi untuk begini, dan iman mereka selalu mengiang-ngiangkan suatu kaidah suci, ” Jika ini perintah ilahi, Dia takkan pernah menyia-nyiakn iman dan amal kami”. lalu mereka bertindak. mereka padukan tekad  untuk taat dan rasa hati yang kadang masih berat. Mereka satukan keberanian melangkah dengan gelora jiwa yang bertany-tanya. (Salim A Fillah, DDU)

ya,,begitulah yang saya alami setahun lalu, disaat saya baru menerjuni dunia pendidikan, dunia yang sebenarnya sangat menyenangkan, tapi begitu menyeramkan di awal pertemuan saya dengan pendidikan ini. tak mudah menghadapi anak-anak yang memilik karakter berbeda, ada yang sopan, yang kurang sopan pun banyak, ada yang cepat tangkap, yang agak lama pun ada. dalam hati saya selalu berfikir “It’s not my world, I was created to be a statistician, not a teacher”, so that I usually look for  many ways to get out from “this world”..

Tibalah saatnya, disaat saya memutuskan untuk pergi ke kampung inggris dan meninggalkan murid-murid saya. di satu sisi saya masih bingung, should I go to kampung inggris, or stay here, face my students with so many characters???, kalo bahasa sekarang tuh galau gitu deh,,hehe..di satu sisi saya juga mendapatkan tawaran bekerja di bontang, ikut proyek bersama dosen pembimbing skripsi saya.

Oh robbi,, so many choices in front of me..yang saya lakukan hanya doa, doa dan doa, mencoba mengikhlaskan..dan doa saya saat itu adalah,,” Ya Rabbi, tempatkan saya ditempat yang Kau ridhoi, di tempat yang memberi kebermanfaatan, tidak hanya untuk saya, tapi yang paling penting untuk orang lain,  siapkan hati saya untuk menerima segala ketentuanMU, karena ku yakin, yang Kau berikan pasti yang terbaik untukku” . dan yang saya yakini, jawaban dari istikhoroh saya adalah terbukanya jalan untuk menuju pilihan tersebut.

saat itu pilihan saya akhirnya jatuh ke bontang,,ya,saya memilih untuk bekerja di bontang, walau hanya satu bulan, dan akhirnya saya membatalkan keberangkatan saya ke kampung inggris, dan pastinya dengan kena potongan yang gak kecil, karena saya sudah terlanjur melunasi travel keberangkatan saya ke kampung inggris. Good bye kampung inggris, mungkin belum saatnya saya bertemu denganmu.

Satu pekan lagi masuk sekolah setelah liburan semester ganjil, saya masih menunggu tentang kabar keberangkatan saya ke bontang, tapi hingga hari jumat, H-3 masuk sekolah, keputusan itu belum ada, dan saya mendapat kabar yang mengagetkan bahwa proyek tersebut adalah tender, dan belum tentu juga menang, it means saya juga belum pasti berangkat ke Bontang. oh robbi…gimana ini,, ke kampung inggris ga jadi, ke bontang masih di gantung, dan saya udah terlanjur bilang mau cuti dari ngajar, bisa ga jelass nasib saya ke depannya ini.

Akhirnya saya memberanikan diri sms bos saya,, guru terbaik saya saat saya sma dulu, mengabarkan bahwa saya tidak jadi ke kediri, dan masih menunggu keberangkatan ke bontang, jadi saya masih bisa ngajar sambil menunggu kabar dari bontang. Tiba-tiba guru saya yang  juga bos (koordinator kelas internasional) saya, menelpon saya, dan menyarankan saya agar tetap mengajar di sekolah.

saat ditelpon oleh pak guru tersebut, saya sedang bersama saudari saya, dan saat ditelpon saudari saya langsung bilang, sekolah aja dian, sekolah aja,,ntah dengan kekuatan apa yang menggerakkan saya untuk bicara ” iya deh pak, saya ngajar saya, saya batalin ke bontang juga”. hufh..selesai sudah, yang ada di kepala saya hanya husnuzhon dan meyakini seyakin-yakinnya bahwa ini adalah yang terbaik dari Allah.

Dan Allah memang selalu menepati janjiNYA, saat ini, menginjak tahun kedua saya mengajar di sekolah ini, saya menemukan banyak nikmat, JanjiNYA yang tak terbantahkan, saya begitu bahagia, begitu mencintai murid-murid saya dengan segala keanekaragamannya, dan ternyata kebermanfaatan saya untuk murid-murid saya dan juga untuk adik-adik rohis saya mendatangkan rasa yang Allah janjikan..

saat ini, saya sedang dihadapkan lagi di satu kondisi, antara memilih melanjutkan sekolah ke itb di semester depan atau tidak, awalnya saya yakin bahwa pilihan terbaik adalah saya melanjutkannya semester depan karena dari 2 tes yang saya ikuti nilai saya memenuhi keduanya, tetapi saya salah perhitunga, legalisir ijazah yang saya perkirakan hanya 2 hari ternyata setelah seminggu baru jadi legalisirnya, sedangkan masa penyerahan berkas sudah lewat, mungkin ini adalah yang terbaik darinya, di saat saya mungkin tak bisa melanjutkan sekolah di itb di semester depan, tapi saya yakin pasti ada rencanaNYA yang lain, insyaallah.

Disaat seperti inilah, kita menyadari hakikat diri kita sebagai seorang hamba, sebagai seorang makhluk yang Allah ciptakan, yang tak tahu apa-apa tentang masa depan kita, hanya mengikhtiarkan yang terbaik, berdoa, doa dan doa, tinggal Allah yang akan membawa kita ke takdir terbaikNYA, karena DIA adalah sebaik-baik pembuat rencana.