Melahirkan yang kedua kalinya

Published March 26, 2018 by difiya3589

Waktu berjalan begitu cepat, nikmat Allah begitu banyak yang terlewat tanpa syukur khidmat. Seperti saat ini, rasa rasanya baru beberapa episode yang lalu saya melahirkan ayyasha, dan sekarang kalo nengok ke tempat tidur, sudah ada 2 amanah yang Allah titipkan.

Tanggal 13 April 2017, hari pertama UN, Saya mendapat jadwal mengawas di Sevilla, dan menurut perhitungan saya, hari itu adalah jadwal saya haidh. Nyatanya dari hari pertama mengawas sampai hari ke empat kok ya belum haidh juga. Nggak seperti biasanya jadwal saya ga pernah mundur, yang ada selalu maju 3-7 hari dari bulan sebelumnya.

Kondisi saat itu memang saya dan suami merasa sudah saat nya ayyasha punya adik, apalagi sepupunya yang seumuran ayyasha sudah punya adik, tinggal dia yg belum punya adik, hehe. Beberapa bulan sebelumnya saya berharap harap hamil, eeh ternyata nggak. Makanya ketika bulan April saya telat haidh, saya nggak langsung beli tespack, hehe, takut kecewa. Sekitar 2 minggu setelah saya telat, barulah saya beli tespack dan hasilnya pas keesokan harinya saya tes, ternyata strip dua. ALHAMDULILLAAAH..

Setelah shalat subuh, saya bilang ke suami, yah… liat ini deh. Strip dua.. dan reaksi ayah pertama kali adalah, “itu punya siapa bun?” Eh gedubraak..ayaaaah… ya kali itu punya tetangga.. hehe..

Setelah perjuangan selama 37-38 minggu akhirnya Allah izinkan kami menatap langsung buah hati kami yang biasanya cuma diliat dari layar USG dan itu pun hitam putih ga keliatan mukanya..

Saat hamil umair, alhamdulillah Allah beri banyak kemudahan, mulai dari trimester pertama yang jatuh pada bulan april-juni which is ini waktu libur sekolah, jadi walau mual mual muntah pusing, nggak menggangu jadwal ngajar. Pas masuk sekolah sudah trimester kedua sudah lebih kuat.

Ketika hamil ayyasha, memasuki usia kandungan 32 minggu saya sudah ga bisa bawa motor ke sekolah karena tangan udah kesemutan terus, tapi hanil umair, pekan 36 pun masih bawa motor sendiri. Pekan ke 36 jatuh sekitar awal november, kalo berkaca dari ayyasha yang lahir ketika usia 40 minggu, saya pikir minggu 1-2 mungkin baru lahiran umair, makanya saya ambil cuti hari senin aja, 20 november.

Kamis, 16 november sudah masuk usia kandungan 38 minggu. Hari kamis itu saya masih ngajar 8 jam pelajaran ditambah ngajar les 1,5 jam. Alhasil, karena banyak berdiri kaki saya bengkak. Sorenya saya dapat kabar duka, bahwa paman saya meninggal dunia. Keesokan hari saya tidak ke sekolah, karena bertepatan juga sedang ada kegiatan SISKOM ( pesantren kilat ) di bogor. Saya takziyah ke rumah paman saya, sebelum zuhur saya pulang. Karena bada shalat jumat ayah akan ikut ke makam, jadi saya dan ayyasha di antar pulang ayah.

Kami berdua di rumah sempat main bersama siangnya, karena saya nggak masak, terakhir saya cuma nyemil sekitar jam 2an bersama ayyasha. Jam 3an ayah pulang. Kaki saya semakin sakit karena bengkak, susah jalan. Awalnya jadwal kontrol hari sabtu, tapi karena kaki saya sakit, saya minta kontrol hari jumat sore. Jam 5 sore kami ke rumah sakit.

Ketika bertemu dokter indri, pas di cek kondisi bayi baik, posisi sudah dibawah, padahal saat usia 7 bulan adek umair masih sungsang dan terlilit, tapi alhamdulillah dengan pertolongan Allah adek umair muter dan bisa melepas lilitan tali pusar, barakallah anak bunda yang pintar dan shaleh. Karena waktu melahiran ayyasha dengan sesar, maka untuk vbac ada beberapa hal yang harua diperhatikan. Kalo info yang bunda dapat :

  1. Posisi jahitan sebelumnya melintang(hotizontal), jadi resiko robek rahim lebih kecil
  2. Tebal dinding rahim ada batas tertentu(tapi bunda ga diukur)
  3. Mules alami, bukan dari induksi
  4. Berat bayi tidak lebih dari 3 kg, ada bbro dokter yg bilang 3,5kg.

Kalau melihat kondisi sore itu, berat bayi sudah 3 kilo tapi belum mules. Berkaca dari ayyasha yang sudah 40w tidak ada kontraksi, dokter khawatir jika ingin vbac, maka harus mules alami, tapi kalau nunggu mules, berat bayinya sudah 3 kilo lebih. Jadi dengan kata lain harus sesar lagi. Dan doktermya bilang, dari pada kaki kamu bengkak2 sakit begitu, yaudah malam ini aja operasi. Lagipula pas sekarang tanggal 171117, dokternya becanda sambil ketawa menenangkan saya yang kaget harus operasi malam ini.

 

-bersambung-

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: