Modal Sukses Sebuah Bangsa

Published May 31, 2016 by difiya3589

Sebenernya ini judul tulisan gaya bener ya kalo dibaca, hehe, tapi ada hubungannya sih sama tulisan yang mau saya tulis ini. Dan seperti biasa, mostly tentang curahan hati saya. Gapapa ya, yang penting insyAllah ttp ada manfaatnya.

Jadi kemarin, saya dpt titah dari bapak wakil kesiswaan untuk mengikuti seminar. Saya pikir seminar matematika, eh ternyata seminar kesehatan. Semeninarnya katanya di hotel cempaka. Besok! .
Saya bingung dong, kok guru matematika ikut seminar gizi. Jadi ternyata katanya saya akan menjadi successor pembina uks, karena saya dulu mantan ketua pmr. Cieee..pernah jadi ketua pmr :-p.
Yaudah okelah besok saya akan dtg tih deket ini di hotel cempaka, paling daerah cempaka putih. Daaaan…taraa..pas dikasih undangan tuh hotel bukan hotel cempaka ya, tp hotel cemara, di wachid hasyim jakarta pusat, teringat pengalaman buruk 1,5 jam mencari ojek online dr hotel js luwansa 3 minggu lalu. Hiks.. takut ga dpt gojek atau grabbike lagi..tapi yasudahlah akhirnya bismillah saya berangkat. Dan alhamdulilllah tadi pagi ditemani gerimis saya naik gojek yang ternyata abangnya ga tau jalan, terus juga ada drama mau jatoh karena ban motor nya tiba tiba bocor, hiks.. ada aja ya.

Inna ma’al usri yusro. Dan setelah segala gundah gelisah saya jalani, alhamdulillah ada titik teraang. Oiya, judul acaranya tuh ” SOSIALISASI TERPADU PEMBINAAN GIZI MASYARAKAT DI PROVINSI DKI JAKARTA TAHUN 2016″.

image

Di acara ini saya dapat knowledge baru yang dan juga banyak pengingatan untuk diri saya sendiri. Di awal dijelaskan bahwa para narasumber akan membahas tentang stunting, wasting , obesitas dan pemberian TTD  untuk remaja putri. Di awal saya ga ngerti istilah istilah itu. Saya cuma tau obesitas (merasa tersindir gituu, hehe). Stunting itu kependekan, wasting gizi buruk, dan ternyata TTD itu tablet tambah darah, saya kira tanda tangan. Haha.

Saya ga akan jelasin cuma garis besarnya aja ya, jadi Indonesia merupakan 17 dan 117 negara  yang mempunyai masalah2 yang saya sebutkan tadi. Awalnya saya mikir dong kenapa orang pendek itu menjadi masalah kesehatan? Toh itu bukannya faktor genetik?. Soalnya dibilang juga sama bu dokter evi fatimah yang jadi narasumber, bahwa stunting ini beresiko tidak hanya pada postur tubuh, tetapi juga meningkatkan resiko penyakit dan kematian dan juga yang bikin saya kaget, katanya stunting ini mempengaruhi kognitif seseorang. Jadi orang yang mengalami stunting akan menurunkan IQ point dari orang tersebut. Laah..ini yang bikin saya bingung, kok pendek bisa bikin ga cerdas. Perasan eyang habibi imut2 tapi kecerdasannya udah ga diragukan lagi. Dan ternyata beliau adalah outliers..heu. oiya pendek disini beda ya sama (maaf) kuntet atau cebol. Kalo cebol ini namanya dwarfisme. Sedangkan kategori stunting ini kalo tinggi nya mean -2 standar deviasi.

Ada beberapa penyebab terjadinya stunting ini, yang paling saya inget itu tentang 1000 HPK (hari pertama kehidupan), mulai dr janin sampai 2 tahun. Ini adalah masa krusial seseorang, naah.. stunting ini bisa terjadi jika nutrisi asupan untuk bumil tidak tercukupi, sehingga bayi dalam kandungan tidak bisa berkembang baik. Bayi beresiko stunting jika panjangnya kurang dari 48 cm. Selain itu asi ekslusif, MPASI dan pemberian nutrisi pada anak juga sangat sangat diperhatikan untuk mengoptimalkan masa pertumbuhan anak, terutama pertumbuhan otaknya. Karena berdasarkan riset juga, anak yang stunting sel otaknya berbeda dengan anak normal. Anak normal lebih banyak sinapsis yang terbentuk sedangkan anak stunting banyak sinapsis yg rusak dan terputus ( eh ini bener ga ya namanya sinapsis, itulah kan kalo sel otak ada macam kaya sel terus ada ‘rambut’ bercabang cabang nya, mohon dikoreksi ya nakes). Kalo pas diceritain 1000HPK saya langsung keinget ayyasha, ya Allaaah saya udah optimal belom ya di 1000 HPK nya ayyasha.. ampuni hamba jika lalai ya rabb.

Seseorang yang stunting beresiko kena PTM lebih besar karena org pendek pertumbuhannya ke samping, ga ke atas( bukan iklan susu loh ya). Naahh..ini bikin org stunting beresiko obesitas lebih besar, dan muncullah segala macam PTM(penyakit tidak menular). Dan sebenarnya ini bukan karena faktor genetik saja, tapi circumtances juga punya peranan sangat penting. Jika asupan gizi yang diberikan pas dan sesuai takaran makan bisa mencapai pertumbuhan optimal.

Ada beberapa hal yang selama ini saya salah pahami. Saya mah cuma mikir yaudah lah ya, makan makan aja. Toh gw juga dulu makan kangkung ama oncom doang bisa masuk UI, Jurusan matematika pula..hahaha.. jumawa, astagfirullah..canda canda. Iya maksudnya make it simpel aja. Yang penting makan secukupnya dan ga beracun gitu, kecerdasan mah ALLAH yang punya. Hiks..bodohnya sayaaa..

Ternyata asupan gizi yang pas untuk anak anak kita itu jadi ikhtiar kita untuk mengoptimalkan apa yang sudah Allah karuniakan, agar lahir dan tumbuh berkembang muslim muslimah yang sehat, cerdas beriman dan berakhlak untuk menjadi khalifah di muka bumi. Makanya pas pulang tadi langsung olah raga sama kaka icha, lari2 sekitar rumah. Dah saya maah.. lari aja kalah sama anak kelas 1 sd. Ditambah skipping tadi beberapa kali udah bikin gemeteran, akibat jarang olah raga.

Industri makanan junk food sebut saya Mc.* , K*C dan kawan kawannya yang mohon maaf tidak bisa disebutkan satu persatu, mohon maaf, kalo tadi hu dokter bilang, mereka itu jahat, karena seperti akan menggiring bangsa kita menjadi bangsa yang bodoh, dengan membuat masyarakat indonesia obesitas dengan segala macam produk itu, karena obesitas menyebebkan penurunan produktivitas dan membuat sebuah bangsa menjadi BODOH!.  Kalo liat anak anak di sekolah juga suka jajan jajanan ga sehat, terutama para remaji remaji ini, para calon ibu yang akan melahirkan generasi penerus bangsa ini. Bener bener masyarakat itu harus diedukasi tentang pentingnya gizi dan asupan yang pas untuk tubuh kita.

Naah..nyambung kan sama judul tulisan ini, dalam tubuh yang sehat ddengan asupan gizi seimbang, maka akan menigkatkan pertumbuhan anak2 bangsa, meningkatkan kemampuan kognitif, mencerdaskan kehidupan bangsa, menjadi bangsa yang sukses dan makmur.

Memang masih banyak sektor lain yang menentukan suksesnya suatu bangsa. Tapi kesehatan ini menjadi dasar yang paling utama. Semoga Indonesia bisa menjadi bangsa yang lebih maju ke depannya.

Jayalah INDONESIA ku..

image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: