Archives

All posts for the month March, 2016

Otanjoubi Omedetou Hikari-chan

Published March 21, 2016 by difiya3589

Alhamdulillah.. it has been 2 years I spend my time with Hikari-chan, Hope you grow up shining this world, dear. Alhamdulillah, sepekan lalu syukuran 2 tahun ayyasha. tulisan ini bunda buat agar jadi memori saat ayyasha dewasa nanti, bagaimana dia tumbuh, bagaimana dia berjuang belajar, semoga semangatnya, kebaikannya, ketulusannya, rasa ingin tahu nya terus berkembang sampai ia dewasa nanti.

Di usia 2 tahun ini, alhamdulillah sudah banyak perkembangan ayyasha. yang paling menonjol adalah kemampuan bahasa dan motorik kasarnya. Ayyasaha di usia 2 tahun ini sudah bisa berkomunikasi 2 arah dengan orang lain.sudah bisa mengucapkan satu kalimat, walaupun kadang cuma bunda nya yang ngerti, hehe. Alhamdulillah di usia 2 tahun ini Ayyasha bisa nyanyi banyak lagu, dari mulai balonku, selamat ulang tahun, tik tik tik bunyi hujan, naik kereta api, dan masih banyak lagi.

Ayyasha juga di usia 2 taun ini udah bisa baca beberapa doa, biasanya doa makan, doa mau bobo sama doa kedua orang tua, dan Ayyasha suka baca asmaul husna dan doa khatmil quran (ini favorit Ayyasha), alhamdulillah. Awalnya dia males males gitu kalo diajak baca doa bareng bareng, di kasitau apa, bacanya apa, hehe, tapi tanpa bunda sangka, baru diajarkan beberapa kali, ternyata ayyasha bisa baca sendiri tanpa di tuntun bunda.

Selain kemampuan bahasa nya yang berkembang pesat, motorik kasar Ayyasha juga berkembang bagus, dia sangat suka naik naik jendela sama pager rumah, Ayyasha juga suka naik motor sendiri (yang ini harus banget diawasin), Ayyasha juga udah bisa ngegowes sepeda sendiri.  Kalo di sekolah bunda suka naik naik kursi, sampai pernah sekali jatuh dari kursi, padahal bunda ada disampingnya.

Untuk life skill, Ayyasha  udah bisa makan sendiri, mandi sendiri, pakai baju sendiri, ini salah satu efek baca buku halo balita, hehe. tapi tetep aja sih, kalo lagi ga mau ngerjain sendiri ya dibantu ayah atau bunda.

20160313_17395720160313_174056PhotoGrid_1458034430562PhotoGrid_1458034485921

 

Buat apa kita hidup?

Published March 8, 2016 by difiya3589

Beberapa hari ini mendapat banyak inspirasi dari media sosial sebut saja facebook, saya mendapati status teman-teman saya yang tiba tiba saja ingin saya  share untuk murid murid saya nanti. Salah satu hal yang saya lakukan ke murid murid saya adalah memyampaikan cerita orang orang hebat agar menjadi inspirasi buat mereka mau apa kelak mereka saat dewasa, apa yang ingin mereka lakukan nanti.

Saya mencoba meluruskan cara pandang yang mungkin banyak dipegang murid murid saya, saat lulus saya mau masuk ptn, lulus ptn dapet kerja enak, jadi orang kaya dapet duit banyak hidup enak. Begitu kebanyakan. Saya jarang yang menemui ada anak yang on mission dalam hidupnya. Saya sampaikan bahwa hidup tak sekedar hidup, harus punya manfaat, buat siapa? Terlalu egois kalau hidup hanya untuk kebahagian pribadi, apalagi kebahagiaan yang sifatnya sementara.

Kemarin saya sempat bicara dengan suami kalo di tempat saya orang yang kerjanya lebih banyak duduk dan kerja relatih ringan tunjangan bisa sampai belasan juta. Hanya tunjangan, belum gajinya. Sedangkan suami dan kawan kawannya yang berjudi nyawa harus menunggu 6 bulan untuk dapat bonus sebesar itu. Bagaimana tidak bertaruh nyawa, mereka bekerja di wilayah puluhan  ribu volt, salah dikit bisa lewat, atau yang naik tower tinggi untuk menjaga agar listrik dirumah kita tetap hidup , kepeleset dikit bisa wasalam. Tapi… ada yang suami sampaikan, nilai kehidupan kan tidak hanya diukur dengan rupiah. Yaps! That’s it. Pesan senada yang intinya hidup tuh bukan cuma duit doang loooh.. tapi seberapa besar manfaat kita untuk banyak orang.

Naaah.. Saya begitu terinspirasi oleh teman saya, beliau calon epidemiologist (bener ga nih tulisannya..hehee) yang sedang menimba ilmu, menyelesaikan gelar doktornya di UK. iya doktor, padahal usianya masih muda, seusia saya. Beliau dengan ilmunya sangat ingin berdampak bagi masyarakat, berjuang di dunia kesehatan untuk mengurangi wabah penyakit yang ada di INdonesia, karena memang epidemiologist di Indonesia masih jarang. Satu lagi ada seseorang yang menyampaikan bahwa di barat itu sedang ada perubahan definisi keren bagi anak anak mudanya. Mungkin dulu definisi keren itu adalah anak muda yang gaul suka ngongkrong2 sama temen temennya. Nahhh.. sekarang yang lagi berkembang itu, anak muda keren itu kalo lo bisa do something untuk society, for better world. Yaap..mereka adalah kumpulan sosiopreneur yang dapat penghargaan untuk berkumpul belajar di Seattle, Amerika.

Mereka membuat banyak inovasi, tidak untuk mereka tapi untuk orang orang di belahan bumi yang lain. Kata dia lagi, orang orang itu mencari masalah dibelahan bumi yang lain untuk diselesaikan. Beruntunglah kita di Indonesia yang baru keluar rumah hitungan meter sudah bertemu banyak masalah. Jalan sedikit ada anak kecil yang dimarah marahin sama ibunya,  karena ibunya stress abis devorce, ini masalah keluargq dan parenting. maju dikit sampah banyak banget numpuk ga selese selese, masalah sampah. Ga jauh dari situ ada kali yang isinya sampah, masalah banjir bakal muncul. Ga jauh dari situ ada anak anak muda yang kerjaan cuma ngabisin duit emaknya, kerjaannya ngerokok sama ngobrol ngobrol doang, yang ini masalah pergaulan remaja. Keluar ke jalan raya langsung ketemu kendaraan yang antri mengular, masalah macet. Daaaaaan..masih buanyak lagi permasalah yang harus diselesaikan. Hayu atuh mau ambil bagian yang mana.

Saya tersadarkan bahwa kita hidup emang ada tujuannya. Untuk beribadah kepada Allah. Dan kalo kita inget hadits rasul, sebaik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk manusia lainnya. Dari pada mengutuk kegelapan lebih baik kita menyalakan lilin. Dan semoga dengan menjadi guru, bisa menjadi jalan kebermanfaatan saya untuk orang lain yang kelak akan menjadi jariyah saat saya mati. Aamiiin..